LOYALITAS KONSUMEN DAN KUALITAS PELAYANAN
CUSTOMER LOYALTY ( LOYALITAS
KONSUMEN)
Definisi secara umum, Loyalitas Konsumen (Customer Loyalty) yaitu wujud
kesetiaan konsumen untuk menggunakan suatu produk atau jasa dengan continue
atau terus menerus, karena memiliki kepuasan yang tinggi terhadap Produk atau
Jasa yang digunakan, akan cenderung timbul rasa untuk merekomendasikan produk
atau jasa tersebut ke orang lain, agar mereka dapat merasakan kepuasan seperti
apa yang dirasakan saat menggunakan produk atau jasa yang di gunakan.
Sedangkan definisi menurut para ahli, Pelanggan yang loyal adalah orang
yang melakukan pembelian secara teratur, membeli antar lini produk atau jasa
yang sama, mereferensikan keapda orang lain, dan menunjukan kekebalan terhadap
tarikan pesaing. Jadi, Loyalitas bukan tentang presentase dari pelanggan yang
sebelumnya membeli, tetapi tentang pembelian ulang. Loyaitas adalah tentang
presentase dari orang yang pernah membeli dalam kerangka waktu tertentu dan
melakukan pembelian ulang sejak pembeliannya yang pertama. Griffin (2003:31)
Ada 8 tahapan loyalitas pelanggan menurut Griffin (2005:35), yaitu :
- Suspect : Orang yang mungkin akan membeli produk atau jasa.
- Prospek : Orang yang membutuhkan produk atau jasa anda dan memiliki
kemampuan untuk membeli.
- Prospek yang Diskualifikasi : Prospek yang telah cukup anda pelajari
untuk mengetahui bahwa mereka tidak membutuhkan atau tidak memiliki
kemampuan membeli produk anda.
- Pelanggan Pertama kali : orang yang telah membeli dari anda satu kali.
Orang itu bisa jadi pelanggan anda dan sekaligus juga pelanggan pesaing
anda.
- Pelanggan Berulang : Orang-orang yang telah membeli dari Anda dua kali
atau lebih.
- Client : Orang ini membeli secara teratur. Anda memiliki hubungan yang
kuat dan berlanjut, yang menjadikannya kebal terhadap tarikan pesaing.
- Penganjur ( Advocate) : Seperti Klien, Pendukung membeli apapun yang
anda jual dan dapat ia gunakan serta membelinya secara teratur. Tetapi,
penganjur juga mendorong orang lain untuk membeli dari anda. Ia
membicarakn anda, melakukan pemasaran bagi anda, dan membawa pelanggan
kepada anda.
- Pelanggan atau Client yang hilang : Seseorang yang pernah menjadi
pelanggan atau klien tetapi belum membeli kembali dari anda sedikitnya
dalam satu siklus pembeli yang normal.
CARA MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN
1.
Membangun
komunikasi
Komunikasi
merupakan hal terpenting dalam meningkatkan loyalitas konsumen. Dengan adanya
komunikasi yang tercipta, konsumen akan merasa 'diperhatikan' oleh perusahaan
Anda dan sense-of-belonging dapat muncul. Mereka juga dapat mengenal
produk atau jasa yang Anda punya lebih dalam karena adanya komunikasi.
2.
Menciptakan
sebuah inovasi
Rasa
bosan akan menghampiri siapapun bila mereka dihadapkan dengan hal yang sama
terus menerus. Sama halnya dalam dunia bisnis, konsumen akan merasa bosan bila
Anda menjual produk atau jasa yang sama tanpa adanya sebuah inovasi.
Ciptakanlah inovasi yang dapat menarik minat dan loyalitas konsumen dengan
melihat tren terkini atau apa yang dibutuhkan oleh konsumen Anda.
3.
Aktif
dalam media sosial
Media
sosial berperan penting dalam memasarkan sebuah bisnis. Menurut data statistik
dari statista.com menunjukkan pada tahun 2020 ada sekitar 3,6 miliar pengguna
media sosial dan angka tersebut akan terus meningkat hingga tahun 2025. Hal ini
menunjukkan bahwa Anda dapat menjangkau calon konsumen potensial dan juga
mempertahankan konsumen Anda dengan memberikan update melalui sosial
media. Anda bisa memberikan info seputar produk atau jasa Anda di media sosial
ataupun berinteraksi dengan konsumen secara langsung.
4.
Meminta review
atau feedback
Loyalitas
konsumen dapat terbentuk bila mereka merasa dihargai. Hal ini bisa Anda lakukan
dengan meminta review atau feedback dari mereka. Dengan
mendapatkan review dari konsumen, itu berarti fokus dan perhatian mereka
terarah pada bisnis Anda. Mereka juga mengharapkan sesuatu dari bisnis Anda
untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika Anda mendapatkan review dari
konsumen, bisa dibilang hal ini merupakan sebuah tanda yang bagus karena bisnis
Anda sudah mendapatkan perhatian dari konsumen.
5.
Membuat promosi
Anda
tentu pernah merasakan pesta cashback dari aplikasi-aplikasi uang
elektronik ketika Anda berjalan-jalan di mall. Tahukah Anda bahwa itu
merupakan salah satu strategi promosi yang digunakan mereka untuk mendapatkan
loyalitas konsumen. Anda juga bisa menerapkan hal yang serupa ataupun menggunakan
strategi promosi yang lain untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Sebagai
rekomendasi, Anda bisa memberikan voucher belanja untuk setiap konsumen
yang melakukan proses transaksional dengan perusahaan Anda. Dengan begitu, Anda
dapat mempertahankan pelanggan dan bukan tidak mungkin cara promosi ini dapat
menjangkau calon pelanggan potensial.
PENTINGNYA
CUSTOMER LOYALITY (LOYALITAS PELANGGAN)
Loyalitas pelanggan sangat penting artinya bagi perusahaan yang menjaga
kelangsungan usahanya maupun kelangsungan kegiatan usahanya. Pelanggan yang
setia adalah mereka yang sangat puas dengan produk dan pelayanan tertentu,
sehingga mempunyai antusiasme untuk memperkenalkannya kepada siapapun yang
mereka kenal. Selanjutnya pada tahap berikutnya pelanggan yang loyaltersebut
akan memperluas “kesetiaan” mereka pada produk-produk lain buatan produsen yang
sama. Dan pada akhirnya mereka adalah konsumen yang setia pada produsen atau
perusahaan tertentu untuk selamanya.
FUNGSI
KUALITAS PELAYANAN
yakni untuk memberikan perasaan
nyaman dan puas kepada konsumen. Dengan demikian konsumen akan memiliki rasa
bahagia saat melakukan kunjungan ke tempat usaha kedua atau bahkan lebih. Hal
ini berdampak positif terhadap citra usaha di mata masyarakat luas.
UKURAN ATAU DIMENSI KUALITAS PELAYANAN
Ada banyak cara mengukur
kualitas pelayanan sebuah usaha. Terkait dengan masalah kualitas layanan,
Parasuraman (1985) membaginya menjadi 5 bagian, yaitu:
1.
keandalan (reliability)
Reliability adalah
kemampuan Untuk Memberikan Layanan Yang Dijanjikan Dengan Segera, Akurat Dan
Memuaskan. Indikator kualitas pelayanan untuk dimensi reliability, yaitu:
- Kecermatan dalam melayani pelanggan.
- Standar pelayanan yang jelas.
- Kemampuan perusahaan dalam menggunakan
alat bantu dalam proses pelayanan.
2. Daya
tanggap (responsiveness)
responsiveness adalah
keinginan karyawan untuk mendukung pelanggan dalam penyediaan layanan reaktif.
Indikator kualitas pelayanan untuk dimensi responsiveness, terdiri dari:
- Merespon dengan baik pelanggan yang
ingin mendapatkan pelayanan.
- Perusahaan melakukan pelayanan
dengan cepat, tepat, dan cermat.
- Perusahaan melayani dalam waktu yang
tepat.
- Semua keluhan pelanggan direspon
oleh perusahaan.
3.
Jaminan (assurance)
Assurance adalah
pengetahuan dan kesopanan karyawan perusahaan dan kemampuan untuk meningkatkan
kepercayaan pelanggan pada perusahaan. Indikator kualitas pelayanan untuk
dimensi assurance, di antaranya:
- Perusahaan memberikan jaminan tepat
waktu dalam pelayanan pelanggan.
- Perusahaan memberikan jaminan biaya
yang sesuai dengan pelayanan.
- Perusahaan memberikan jaminan
legalitas.
4.
Perhatian (attention)
Attention adalah
kemudahan membangun hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan
pemahaman akan kebutuhan pelanggan. Indikator kualitas pelayanan untuk dimensi
attention, di antaranya:
- Pelaku usaha melayani dengan sopan
santun dan ramah – tamah.
- Menghargai setiap pelanggan.
- Mendahulukan kepentingan pelanggan.
- Melayani dengan tidak diskriminatif.
5. Bukti
langsung (tangible)
Tangible adalah bentuk
layanan yang dapat dilihat secara langsung, termasuk fasilitas fisik, peralatan
staf, dan fasilitas komunikasi. Indikator untuk dimensi tangible, di antaranya:
- Kemudahan dalam proses pelayanan.
- Penggunaan alat bantu dalam
pelayanan.
- Penampilan dalam melayani pelanggan.
- Kenyamanan tempat penyedia
pelayanan.
- Kedisiplinan pelaku bisnis dalam
melakukan pelayanan.
- Kemudahan akses pelanggan dalam
permohonan pelayanan.
Pendapat lain dari Rush, et al.
(1996), harapan pelanggan dapat berupa tiga tipe.
- Will expectation; tingkat
kinerja yang diprediksi atau diperkirakan konsumen akan diterimanya,
berdasarkan semua informasi yang diketahuinya.
- Should expectation; tingkat
kinerja yang dianggap sudah sepantasnya diterima konsumen.
- Ideal expectation; kinerja
optimum atau terbaik yang diharapkan dapat diterima konsumen. Mengacu
pendapat Rush, pengusaha atau penyedia jasa akan memiliki citra positif
apabila hanya ada kesalahan kecil. Kesalahan yang minor pada umumnya akan
dimaklumi oleh kebanyakan pelanggan. Asalkan kesalahan kecil tersebut
tidak dilakukan berulang kali.
CARA
MENGUKUR KUALITAS PELAYANAN
1.
Terbuka dengan Masukan Pelanggan
2.
Rutin Mengevaluasi Kinerja Usaha
3.
Meningkatkan Pelayanan Perusahaan
Komentar
Posting Komentar